Cara Bijak Berkomunikasi di Kantor

Penilaian:  / 1
TerburukTerbaik 

Gaya komunikasi yang kita lakukan tanpa disadari sering jadi masalah. Teman atau bawahan jadi sakit hati jika kritik disampaikan dengan cara kasar.

Menurut Dr. Bambang Bhakti, MBA, gaya komunikasi amat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut seseorang. Termasuk budaya kantor tempatnya bekerja. Bila budaya kantor itu kental dengan birokrasi, maka nilai dalam diri orang itu adalah rasa aman, sehingga ia akan cenderung mudah mengatakan "ya" kepada siapa pun, terutama pada atasan. Yang kemudian berkembang di sini pastilah budaya menghindari konflik, budaya harmonis, sehingga yang terjadi adalah komunikasi semu, yang tidak mencerminkan pendapatnya sendiri.

Pada kantor dengan budaya demokratis, tatanan nilai yang tercipta adalah egaliter. Memang tak semua karyawan perusahaan multinasional yang demokratis itu juga egaliter. Hanya, ciri karyawan egaliter pastilah bersikap lebih terbuka, bicara tanpa dibungkus, apa adanya. Kita bekerja bukan mencari popularitas, melainkan ingin menjadi professional effective. Untuk menjadi efektif, harus ada rantai nilai yang sama dengan karyawan sekantor, bahkan dengan bagian lain dalam perusahaan itu. Katakanlah, rantai nilai itu kepuasan pelanggan. Demi rantai nilai itu, antarkaryawan boleh saling menuntut (demanding) ataupun mengkritik, agar kinerja melayani pelanggan tetap dan semakin baik. Komunikasi efektif bukan banya mengerti apa itu "What", namun kita perlu juga memahami "How".

Seseorang seolah tampak mengerti, "Ya, memang harus begitu Pak, kita harus saling melayani."

"What"-nya mengerti akan tetapi "How"-nya? Bagaimana ia menuntut atau mengkritik, ini jadi masalah. Tidak diperhatikan cara bicaranya, intonasi suaranya, bahasa tubuh, dan sebagainya. Tak jarang, kritik yang niatnya baik justru dirasa menyakiti. Ini bukan hanya seputar pertemanan horizontal saja, namun juga vertikal antara atasan dengan bawahan. Sebaiknya, setiap orang memiliki sikap "Jelas, Lugas, dan Tegas" dengan siapa pun ia berkomunikasi, walaupun ketiga hal tersebut sering berbanding terbalik dengan popularitas.

Ada resep ala Dr. Bambang Bakti, MBA. mengenai tiga hal mendasar perihal berkomunikasi. Pertama, yaitu "Jelas". Pemilihan kata-kata harus jelas mengurai maksud kita. Kemudian "Lugas". Hati harus terbuka, tak ada agenda tersembunyi, bebas dari niat buruk. Yang ketiga adalah "Tegas". Selain pada sikap, juga tampak pada opini dan warna kualitas diri, agar jelas terbaca oleh pimpinan. Bila kita tidak punya tiga hal itu, kita hanya jadi karyawan penurut, "Terserah pengarahan Bapak."

Jika pimpinan memarahi atau menyindir, jangan marah sebab sebagai karyawan (bawahan) kita tak punya warna pribadi. Apa yang menjadikan kita berwarna? Ya, tiga hal tadi. Pimpinan yang tidak terlatih dalam teknik komunikasi memang ngomongnya "nyelekit", mencari kesalahan manusianya (bukan prosesnya), penyindir, dan sebagainya. Siapa pun pimpinannya atau apa pun yang ia lakukan, bawahan harus menerima. Sebab, dia ditempatkan oleh orang yang berkuasa. Tapi, "Mendukung pimpinan agar sukses bukan berarti membuat beliau senang". Kedua hal itu sangat berbeda. Beda pendapat sangat dimungkinkan dalam dinamika kerja di kantor. Hanya, ketika beradu argumentasi perlu keterampilan komunikasi. Dari wajah, sinar mata, bahasa tubuh dan ucapan bawahannya, pimpinan tentu dapat menangkap bahwa beliau mendukung. Setidaknya, beliau tidak lagi senyinyir sebelumnya. Ada cara bijak agar keterbukaan tetap berlangsung. Bila kita menjual gagasan dengan pendapat berbeda, maka dalam diri kita jangan mengklaim bahwa itu pemikiran kita. Sedapat mungkin kredit poinnya diambil oleh pimpinan kita. Ini teknik, bagaimana pendapat yang kita keluarkan dipersepsikan sebagai pendapat pimpinan, sehingga beliau merasa tertolong dan dapat mengambil kebijakan penting sepenuhnya.

Yang utama adalah pemilihan kata-kata agar keterbukaan tak saling menyakiti. Pikirkanlah dulu baik-baik sebelum mengucapkan sesuatu, sebab dampaknya bisa kemana-mana. Inilah seni dalam berkomunikasi dan berdebat. Walau bisa dipelajari, pada sebagian orang ada yang memiliki talenta. Bagaimana seni mengajukan pendapat? Jika tak setuju dengan pendapat pimpinan atau teman, bapak Bambang telah memberikan cara, yaitu dengan mengulum senyum khas yang tidak meledek atau menghina, bukan setuju tapi juga bukan menolak, jadi netral. Sikap ini akan memancing lawan penasaran dan bertanya. Utarakan sisi positif pendapatnya, yang tentu memiliki banyak manfaat dan juga sejumlah risiko. Perlahan, uraikan saran Anda, yang tentunya lebih banyak manfaatnya serta lebih sedikit risikonya. Paling aman, jika menyampaikan pendapat melalui "pertanyaan" bukan "pernyataan". Sebab, pertanyaan akan merangsang lawan berpikir dan mempertimbangkan jawabannya. Bila kita bertanya dan pimpinan memberi pilihan jawaban, maka ownership-nya (pemilik keputusan) ada di tangannya. Hal ini akan membuatnya suka. Tapi bila usulan itu berupa pernyataan, bila disetujui maka ownership ada di tangan kita bawahannya. Jadi berbeda nuansanya. Dengan mengajak pimpinan atau lawan melihat dari sudut pandang lain, ia digiring pada argumentasi kita dan ia akan mengambil keputusan tanpa merasa kalah atau kehilangan muka.

 

Sumber: Intisari

Pesan

Gallery | Tritama Nusantara

team1
team2
team3
team4
team5
team6
team7
team8
team9
team10
team11
team12
team12
team12
team12

Pusat

TRC Semarang

 

 

 

 

Tritama Rent Car Semarang

Tempat sewa mobil di Jl.Kedungmundu Raya No. 18A Semarang 50248 Telp. 024-76740128. Fax. 024-6730681 Ponsel 08112726625/ 08112726626. Email t...@tritamanusantara.com

Perwakilan Jogja

TRC Semarang

 

 

 

 

Tritama Rent Car Perwakilan Yogyakarta

Gg. Kunti RT. 6 RW. 16 Mancasan Kidul - Condongcatur - Depok - Sleman - Yogyakarta 55281 (Belakang Polsek Depok Timur - Ring Road Utara) Telp./ Fax. 0274-4477688 Ponsel 08112726623 Email: t...@tritamanusantara.com

Baca lebih lanjut

Perwakilan Surabaya

TRC Surabaya

Kahuripan Nirwana Blok A No. 33, Rt. 4/ Rw. 10, Jati - Sidoarjo 61226 Telp./ Fax. 031-99702342 Ponsel 0811299864/ 08112726625 Email t...@tritamanusantara.com

Baca lebih lanjut

Back to Top